Minggu, 08 April 2012

ISLAM DI EROPA DAN AMERIKA


ISLAM DI EROPA DAN AMERIKA
A.    Islam di Eropa
Andai kata Baghdad tidak jatuh ke tangan pasukan Tar-Tar (Mongol) pada tahun 1258 M, yang disusul dengan penghancuran pusat-pusat keilmuan di kota ini, dan andai kata  bangsa barat tidak menemukan jalur perdagangan laut seperti pada abad ke-15, maka tidak dapat dibayangkan bagaimana kejayaan Islam sekarang ini. Sejarah adalah fakta realitas yang terjadi, karena itulah ia disebut sejarah dan jarum jam tidak bisa diputar mundur.
Kehadiran Islam di Eropa bukan gejala baru. Sebenarnya yang perlu penjelasan adalah menganggap Islam bisa lenyap dari Eropa. Berbeda dengan ketika datangnya Islam di bawah panglima Thariq bin Ziyad ke dataran Eropa sebagai tentara yang gagah dan siap menguasai Eropa, kedatangan orang-orang Muslim selepas Perang Dunia Kedua dalam keadaan yang sebaliknya. Akibat usainya perang, Eropa perlu membangun kembali pabrik-pabrik yang telah hancur dan menata kehidupan ekonomi lainnya. Untuk itu, semua memerlukan tenaga kerja yang murah. Tenaga kerja yang didatangkan adalah sebagian besar umat Islam.[1]
a.      Sekilas Profil Negara Eropa
Eropa, benua yang membentang disemenanjung Eurasia bagian barat. Luasnya sekitar 10.000.000 KM atau 1/5 luas daratan bumi, secara geografis benua ini dibatasi Lautan Artik di Utara, Lautan Tengah, Lautan Hitam, Pegunungan Kaukasus, di Selatan Mengarah Ketimur, Pegunungan Ural dan Laut Kaspia di Timur Dan Lautan Atlantik di Barat.
Adapun negara-negara yang termasuk Eropa Barat adalah Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Monaco, Jerman, Inggris dan sebagainya.
Eropa menjadi pemimpin dunia dalam pembangunan ekonomi. Misalnya pusat perindustrian terletak dekat dengan pertambangan biji besi atau batu bara. Tanahnya subur dan banyak menghasilkan produk pertanian penting.
Sejumlah negara komunis terbentuk pada waktu itu dan tahun 1940-an hingga 1960-an eropa menjadi pusat perang dingin antara kekuatan komunis dan non-komunis. Hubungan ini mulai membaik lagi awal 1970-an.[2]
Gerakan-gerakan Renaisans melahirkan perubahan-perubah­an besar dalam sejarah dunia. Abad ke-16 dan 17 M merupakan abad yang paling penting bagi Eropa, sementara pada akhir abad ke-17 itu pula, dunia lslam mulai mengalami kemunduran. Dengan lahirnya renaisans, Eropa bangkit kembali untuk mengejar ketinggalan mereka pada masa kebodohan dan kegelapan." Mere­ka menyelidiki rahasia alam, menaklukkan lautan, dan menjelajahi benua yang sebelumnya masih diliputi kegelapan.[3]
b.      Penetrasi Muslim ke Eropa Barat
Secara historis, penyebaran imigran muslim ke eropa sekarang mencerminkan pengaruh penjajahan masa lalu. Kebanyakan imigran yang menetap di Prancis adalah orang Maroko, Aljazair, dan sejumlah muslim Afrika dari Selatan Sahara. Mereka semua awalnya, dijajah Prancis. Kebanyakan orang Indonesia Belanda. Adapun Inggris ditempati imigran dari anak benua India, Malaysia, dan sejumlah orang yaman, Somalia dan Afrika Utara.
Pada awal tahun 1700-an, penganut agama Islam mulai mendominsi  di Timur Tengah dan Afrika Utara serta Spanyol di Eropa. Wilayahnya bahkan lebih  besar dari pada Kerajaan Romawi.
Mereka berhasil menduduki sebagian wilayah spanyol tetapi akhirny dikalahkan oleh Karel martel pada tahun 1200-an. Pada tahun 1000-an orang Islam dari Turki menaklukkan Timur tengah dan sebagian besaar tenggara. Pada awalnya tahun 1300-an kelompok Islam Turki lainnya, yaitu Turki Ottoman mulai menaklukkan mulai menguasai wilayah ini. Turki Ottoman menguasai wilayah tersebut hingga tahun 1800-an.
Dari tahun 1100 hingga 1300 kekuatan Eropaa barat bergabung untuk berperaang melawan orang Islam guna membebaskan Palestina. Rangkaian perang ini disebut dengan Perang Salib.
c.       Keberadaan Muslim di Eropa
Menghitung keberadaan muslim di Barat dapat dilihat dari komposisi penduduk muslim di negra-negara eropa dan sarana ibadah yang tersedia.
Umat Islam harus mampu memberikan citra ideal kepada bangsa Eropa, bukan justru sebaliknya, larut dalam kehidupan Barat yang bertentangan dengan norms ajaran Islam.  Siapa kelompok Muslim sekarang sebenarnya? Masyarakat Muslim Eropa Barat pada dasarnya terbagi tiga.
1.      Kelompok Muslim asli orang Jerman yang berkulit putih. Jumlah mereka tidak begitu banyak.
2.      Kelompok Muslim imigran yang sudah menjadi penduduk Jerman seperti orang-orang Turki dan Maroko. Kelompok ini yang paling banyak melakukan ibadah haji ke Makkah setiap tahun.
3.      Kelompok Muslim yang menetap sementara seperti mahasiswa, pekerja, diplomat dan lain-lain.[4]
Setelah mereka berkenalan sengan proses birokrasi dari pemerintahan lokal, masjid baru bertambah lagi hingga tercatat penambahan sekitar 20 sampai dengan 30 masjid tiap tahunnya. Pada akhir tahun 1985 ada 329 masjid yang tercatat dan diperkirakan banyak masjid yang didirikan tetapi sampai tercatat.[5]
Sejak abad ke-7 sampai abad ke-10, Islam dibawa oleh penaklukan arab ke Afrika Utara, Spanyol, Sisilia, dan beberapa wilayah pantai laut Tengah di Eropa. Beberapa masyarakat Turki dia Asia Tengh, dan migrasi, penaklukan, dan pendirian imperium mereka. Dari abad ke-10-14, masyarakat turki membawa Islam ke arah barat sampai ke Anatolia, Balkan, Eropa Tengah, ke arah timur bahkan sampai ke Asia Tengah dan China.[6]
Kemajuan Eropa (Barat) memang bersumber dari khazanah ilmu pengetahuan dan metode berpikir Islam yang rasional. Di antara saluran masuknya peradaban Islam ke Eropa itu adalah Perang Salib, Sicilia, dan yang terpenting adalah Spanyol Islam. Ketika Islam mengalami kejayaan di Spanyol, banyak orang Eropa yang datang belajar ke sana, kemudian menerjemahkan karya-­karya ilmiah umat Islam. Hal ini dimulai sejak abad ke-12 M.[7] Setelah mereka pulang ke negeri masing-masing, mereka mendiri­kan universitas dengan meniru pola Islam dan mengajarkan ilmu­ilmu yang dipelajari di universitas-unversitas Islam itu. Dalam perkembangan selanjutnya, keadaan ini melahirkan renaissance, reformasi, dan rasionalisme di Eropa.[8]
d.      Organisasi, Kelompok, dan Aliran Islam
Banyak para imigran muslim yang bergabung dalam organisasi yang bergabung dalam organisasi yang kadang-kadang mencerminkan aliran-aliran tertentu sesuai dengan yang dialami ketika masih berada di negeri asalnya. Organisasi yang mahir pada masa-masa awal banyak berkaitan dengan aliran sufi. Di inggris misalnya terdapat alawiyyah yang menjadi organisasinya orang-orang yaman. Organisasi ini telah mengembangkan sayapnya seperti “Islam Foundation di Leicester”  yang di didirikan sebagai pusat studi idlm dan penerbitan The Muslim Educational Trust yang didirikan dengan tujuan untuk mendorong pengajaran muslim di sekolah-sekolah negara dan UK Islamic Mission yang beroperasi dalam menggalakan pengajaran al-Qur’an bagi anak-anak muslim.
Adapun kelompok-kelompok muslim yang berada di Jerman sebagaimana dikatakan oleh Von Denffer seorang jerman muslim terbagi pada dua kelompok besar, yaitu:
-          Masyarakat muslim Jerman
-          Masyarakat muslim Jerman dan bersama-sama Non-Jerman.
Dalam masyarakat pertama terdapat kontrak dengan penduduk bukan Jerman, tetaapi mereka mempunyai fanatisme anti orang asing meskipun mereka adalah orang-orang Islam. Kelompok ini didirikan pada tahun 1955 dan diberi nama ikatan muslim Jerman. Mereka berhubungan dengan muslim asing. Ada juga kelompok burhaniyah kebanyakan dari mereka tinggal di Jerman Utara mereka sangat padu tetapi berhubungan dengan kelompok muslim non-jerman, karena tokoh mereka berasal dari Sudan. Kelompok  pertama memiliki kecenderungan sufistik tokoh mereka adalah Abd Kharis yang mempunyai jaringan dengan orang-orang Turki. Mereka sangat dikenal dan dipimpin oleh Muhammad Shiddiqi. Itulah beberapa kelompok muslim penting di Jerman.
Sementara keberadaan muslim di Prancis dapat dilihat sejak awal tahun 1960-an di mana orang-orang Afrika Utara termasuk orang Aljazair berimigrasi ke Prancis. Sekitar tahun 80-an para pekerja muslim dari bagian Sahara Afrika Barat mulai berdatangan. Faze pertama imigran muslim di dominasi oleh para pencari kerja sehingga sedikit sekali orang-orang Aljazair tahun 1950 yang membawa keluarganya. Di Prancis dan 65% diantara mereka datang bersama-sama istrinya dan pada tahun 1982 penduduk tidak lagi di dominasi oleh laki-laki.
Ada kelompok lain dari faze pertama ini bernama harkis (Muslim Prancis) istilah aslinya Rona, yakni penduduk asli Afrika Utara yang berpindah ke Prancis pada akhir perng kemerdekaan Aljazair.
Pertumbuhan muslim di Eropa Barat terus berlangsung disebabkan oleh datangnya kaum imigran dan konversi agama di kalangan penduduk asli kulit putih. Faktor pertama yang sangat dominan, sebab keturunan imigran berkembang dengan pesat sedngkan penduduk asli sudah terbiasa dengan dua bahkan satu anak dalam setiap keluarga. Mereka lebih tertutup dengan nasionalisme yang tinggi dan terlampau sibuk dengan dengan rutinitas sehari-hari yang  menyebabkan tidak terlalu sempat berfikir memilih agama mana yang benar.
e.       Tantangan dan Petualangan
Tantangan yang di hadapi oleh umat islam yang hidup di Eropa pada umumnya sama dengan mereka yang hidup di daerah-daerah sebagai kelompok minoritas tantangan itu banyak yang datang dari luar dan dari dalam.
Tantangan dari luar adalah kondisi negara sekuler di satu pihak memberi kesempatan kepada  setiap pemeluk agama untuk bebas menjalankan agamanya.
Tantangan dari Islam berupa bagaimana menyatukan potensi yang dimiliki umat Islam. Sehingga umat Islam tidak terkotak-kotakkan dalam aliran tertentu dan terlihat sekelompok dalam menghadapi segala problem dunia modern.
Secara garis besar minoritas muslim di negara-negara eropa terutama eropa Barat, bila dibandingkan pada awal abad ke-18-19 dimana umat islam pada masa itu dijadikan sebagai objek tenaga kerja murah terbukti di negara-negara tersebut. Kemudian keislaman dibeberapa pergurun tinggi relatif diminati. Sementara keberadaannya masih tetp sebagai penduduk kelas dua dengan beberaapa pengecualian.[9]
Di antara kemajuan Eropa dan kemunduran Islam terbentang jurang yang sangat lebar dan dalam. Dalam perkem­bangan berikutnya, daerah-daerah Islam hampir seluruhnya ber­ada di bawah kekuasaan bangsa Eropa.[10]
Tantangan yang dihadapi umat Islam yang hidup di Eropa pada umumnya sama dengan mereka yang hidup sebagai kelompok minoritas di Amerika. Tantangan itu ada yang datang dari luar dan ada yang dari dalam. Tantangan yang datang dari luar adalah kondisi negara sekuler yang di satu pihak memberi kesempatan kepada setiap pemeluk agama untuk bebas menjalankan agamanya.
Di Eropa, banyak orientalis-orientalis yang sering memutarbalikkan ajaran Islam sehingga citra Islam menjadi rusak. Pergaulan bebas dari kebiasaan minuman keras adalah hal yang sangat menggoda pemudi dan remaja Muslim. Anak-anak Muslim yang di rumah dididik dengan cara lain, apabila keluar rumah mereka akan segera berhadapan dengan lingkungan yang sebaliknya sehingga pendidikan di rumah menjadi tidak efektif. Faktor musim pun sangat memengaruhi. Orang-orang Islam yang hidup di Eropa.[11]
B.     Islam di Amerika
  1. Asal Usul Islam di Amerika
Masuknya Islam ke Amerika masih bersifat spekulatif karena tidak ada teori yang tegas kedatangan Islam masuk ke Amerika. Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa para pelaut muslim adalah orang-orang pertama yang menyebrangi Samudra Atlantik dan tiba di pantai Amerika.
Sebagian lain mengatakan bahwa Cristoper Colombus telah dibimbing untuk mendarat di benua oleh navigator-navigator dan pembantu-pembantu muslim Andalusia atau Maroko yang jasa-jasanya tanah telah dibayar oleh Colombus.
Rujukan lain mengatakan bahwa asal-ususl Islam di Amerika adalah sejarah perdagangan budak di Amerika serikat. Dintara budak-budak yang terhitung dalam American ethnological society terdapat budak muslim yang terpelajar, diantaranya Ayyub Ibnu Sulaiman Diallo, pengeran Bundu dari  Afrika yang diculik dan di jual sebagai budak pada tahun 1730. setelah 3 tahun ia dimerdekakan sebagai rasa terima kasih atas kepandaian dan kejujuran serta rasa simpatinya terhadap orang kulit putih.
Fakta kedua yang sulit dibantah adalah bahwa pemeluk Islam dikawasan ini terdiri atas orang-orang yang berkulit hitam dan orang-orang imigran dari negaara-negara islam seperti Libanon, Syria, Irak dan Pakistan. Tercatat dalam sejarah amerika bahwa orang-orang hitam (Afrika) masuk negeri ini sebagai budak atau pekerja  rendahan.
Dalam satu sumber menyebutkan bahwa orang arab yang pertama kali kenegeri ini tercatat adalah keturunan Wahab yang menetap di Carolina utara pada abad ke-18. Pada pertengahan abad ke-19 pasukan kapaleri Amerika serikat memperkerjakan seorang Arab bernama Haji A.M dalam rangka melakukan percobaan peternakan unta yang dipanggil dengan sejumlah masyarakat AFRO Amerika untuk memeluk Islam yang kemudian dikenl dengan Black Moslem.
Fakta di atas dapat diketahui bahwa masuknya Islam ke benua Amerika, bukanlah dari sebuah ekspedisi yang secara praktis sengaja dikirim dengan tujuan untuk pengembangan wilayah (ekspansi) dan bukan pula dibawa oleh pedagang muslim yang menyebarkan Islam secara kultural, tetapi melalui komoditi para budak yang teguh memegang agamanya seperti Bilal. Hal ini menjadi kendala bagi perkembangan Islam  selanjutnya.
  1. Perkembangan Islam di Amerika
Perkembangan Islam di kawasan ini mengalami kendala historis yang sangat serius. Bangsa amerika mengenal Islam pertama kali melalui orang-orang yang mereka pekerjakan sebgai budak. Pada budak selalu mempertahankan tradisi keimanan dan keislamannya yang tidak mau memakan daging babi dan percaya kepada Allah dan Muhammad serta berlaku jujur dan amanah.
Selanjutnya, Islam berkembang susulan dengan perkembangan kaum muslimin di kawasan ini. Sebgaimana yang tampak dari jumlah sarana peribadatan dan pusat kegiatan keagaamaan Islam di beberapa kota besar dan kecil. Perkembangan Islam di Amerika dapat dilihat dari bangunan-bangunan mesjidnya.[12]
Memasuki awal abad XIX, perdagangan budak dihentikan dengan dihapuskannya institusi perbudakan dan adanya kontak dunia Islam dengan Amerika, terjadilah gelombang migrasi dari Dunia Islam Amerika karena tempat ini dianggapnya menjanjikan suatu tanah harapan dan oportunitas Islamik. Migrasi orang-orang Islam ke Amerika Serikat sejak akhir abad XIX, hingga paruh akhir abad XX, sekurang-kurangnya terjadi dalam lima gelombang.
Gelombang pertama terjadi sejak tahun 1875 hingga 1912. Mereka yang bermigrasi pada gelombang ini umumnya pemuda-pemuda desa yang tidak terpelajar dan tidak mempunyai keterampilan. Mereka berasal dari negara-negara yang sekarang dikenal dengan nama Syria, Yordania, Palestina dan Lebanon yang ketika itu masih berada di bawah pemerin­tahan Turki Utsmani.
Gelombang kedua terjadi antara 1918 sampai 1922, yaitu setelah terjadi Perang Dunia Pertama. Mereka pada umumnya terdiri atas orang-orang intelek yang berasal dari perkotaan, akan tetapi umumnya mereka adalah masih saudara, kawan atau kenalan imigran yang telah terlebih dahulu berada di Amerika Serikat.
Gelombang ketiga terjadi antara tahun 1930 hingga 1938 yang terkondisikan karena kebijaksanaan imigrasi Amerika Serikat yang memberikan prioritas kepada mereka yang keluarganya terlebih dahulu menetap di Amerika Serikat.
Gelombang keempat terjadi antara 1947 sampai 1960. Para imigran yang datang pada gelombang ini bukan saja berasal dari Pakistan, Eropa Timur, Uni Sovyet dan dari belahan dunia Islam lainnya. Di samping itu, ada juga yang bermigrasi karena alasan ideologis.
Gelombang kelima dimulai sejak 1967 sampai sekarang. Mereka yang datang ke Amerika pada gelombang ini, selain karena alasan ekonomis, faktor politis pun menjadi alasan utama yang mendorong mereka bermigrasi. Dengan memerhatikan para imigran yang datang ke Amerika Serikat, dapat disimpulkan bahwa latar belakang kulturnegara masing-masingnya akan mewarnai kehidupan keagamaannya setelah bermukim di Amerika.
Umat Islam Amerika Serikat sekarang dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok. Pertanian penduduk asli (indigenious) yang lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat. Pengertian penduduk asli di sini bukan berarti orang Indian, tetapi orang Amerika Serikat yang bernenek moyang Islam di Amerika terus berkembang lewat tiga faktor. Yaitu:
1.      Datangnya kaum imigran dan bertambahnya keturunan mereka.
2.      Konversi agama di kalangan penduduk Amerika berkulit hitam
3.      Konversi agama di kalangan kulit putih.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa orang Amerika tertarik terhadap agama Islam karena:
1.      Kehampaan hidup di antara warga Amerika walaupun mereka hidup dengan harta yang berlimpah.
2.      Islam dianggap satu-satunya agama yang tidak membedakan ras, warna kulit, pekerjaan dan lain sebagainya.
3.      Islam dianggap sebagai agama yang dapat memberi kehormatan, gairah hidup, harga diri, sema­ngat kerja baru dan menanamkan persaudaraan.
4.      Tidak sedikit mereka tertarik dengan keteladanan hidup yang dilakukan umat Islam yang ditunjukkan dalam bentuk keramahtamahan, kesederhanaan, dan keikhlasan dan sebagainya.
5.      Ajaran Islam dinilai oleh mereka lebih rasional, dan
6.      Islam dapat membedakan solusi kehidupan ketika IPTEK yang sudah akrab dengan kehidupan mereka tidak mampu menjawabnya.[13]
  1. Populasi Muslim dan Organisasi-organisasi Islam
Jumlah umat Islam di seluruh Amerika saat ini tidak diketahui secara pasti. Beberapa penulis dan organisasi membuat penafsiran yang dapat dipercaya dengan menggunakan berbagai metode statistik dan data demografis; dan atas dasar itu diperkirakan jumlah mereka sekitar tiga juta jiwa dengan rincian sebagai berikut:
Dari angka tersebut, bila dibandingkan dengan penduduk Amerika Serikat yang berjumlah 270.000.000 jiwa, dapat disimpulkan bahwa proporsi umat Islam di Amerika adalah sebesar 1,5 %. Sementara penduduk Yahudi mencapai 3% dan penduduk Kristen mencapai 55%. Sedangkan sumber lain ada yang memperkirakan jumlah umat Islam di Amerika hanya mencapai satu setengah juta jiwa, dan ada yang lebih optimis dengan memperkirakan jumlah umat Islam di Amerika mencapai empat juta jiwa.
Organisasi paling awal yang berusaha secara langsung paling awal yang berusaha untuk menarik orang-orang Amerika memeluk Islam sepertinya adalah American Propagation Movement. Organisasi ini didirikan pada 1893 oleh seorang Muslim terpelajar, Muhammad Webb.
Organisasi yang paling menonjol adalah Nation of 1slam (juga dikenal sebagai Black Moslem) yang didirikan oleh seorang imigran kulit hitam bernama Wallace D. Fard Muhammad. la terkenal lancar berbicara dalam beberapa bahasa Eropa dan bahasa-bahasa Timur Tengah. Pada 1934 ia lenyap secara misterius, tetapi dikatakan ia tetap menjalin hubungan rohaniah dengan bekas sckutu dan penggantinya, Eliyah Muhammad (dilahirkan dengan nama Eliyah Poole). Segala ajaran Nation of Islam tercermin dalam ajaran yang disampaikan Eliyah Muhammad. Di antara inti ajarannya adalah sebagai berikut. Ajaran Nation of Islam ini penuh dengan perjuangannya di hitam yang sedang tertindas dan ingin memberontak terhadap orang Amerika-Eropa yang berkulit putih.
Sejak tahun 1970-an, tujuan organisasi ini telah melebar, meliputi misi menyebarkan Islam, mengusahakan nafkah untuk anggota, menyebarkan pengetahuan dan mendirikan lembaga-lembaga Islam barn. Untuk keperluan ini, organisasi-organisasi lain pun dibentuk oleh para alumni MSA, yaitu: The Association of Muslim Social Scientists (AMSS), The Association of Muslin Scientists and Engineers (AMSE), Islamic Medical Association (IMA) dan Muslim Community Association (MCA).[14]
  1. Tantangan dan Peluang Masyarakat Islam
Sebagaimana layaknya golongan minoritas, muslim Amerika menghadapi tantangan-tantangan. Tantangan tersebut ada yang datang dari luar dan dari dalam. Tantangan dari luar adalah falsafah negara Amerika sendiri yang memisahkan antara agama dengan negara yang dikenal dengan negara. sekular.
Sedangkan tantangan dari dalam berupa keragaman etnik yang dibawa masing-masing kelompok Muslim dari negeri asalnya sehingga masih dijumpai istilah Masjid Turki, Kamboja, Iran dan lain-lain. Tantangan lain adalah tidak semua imigran Muslim berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya.[15]


[1] Thohir. Ajid, Perkembangan Peradaban Dunia Islam: Melacak Akar-Akar Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam. (Jakarta: Rajawali press. 2009) h. 329
[2] Dedi, Supriyadi, M.Ag. Sejarah Peradaban Islam. (Bandung: Pustaak Setia. 2008.
[3] Badri Yatim. Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiah II). (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. h. 169-170
[4]Thohir. Ajid, Op.Cit. h.332-33
[5] Dedi, Supriyadi, M.Ag. Op.Cit
[6] Ghufron A. Mas’adi. Sejarah Sosial Umat Islam. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.)h. 374
[7] S.I. Poradisastra, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Dunia, (Jakarta: P3M, 1986).h. 60
[8] Badri Yatim. Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiah II). (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. h. 169
[9] Dedi, Supriyadi, M.Ag. Op.Cit
[10] Badri Yatim. Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiah II). (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. h. 174-175
[11]Ibid. h. 334
[12] Dedi, Supriyadi, M.Ag. Op.Cit
[13] Thohir. Ajid, Op.Cit. h.320-323
[14] Ibid. h.323-328
[15] Ibid h.328-329

Tidak ada komentar: