Minggu, 18 Desember 2011

PERAN AGAMA ISLAM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


PERAN AGAMA ISLAM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

A. Pengertian Agama Dalam Berbagai Bentuknya
Dalam masyarakat Indonesia selain kata agama, dikenal pula kata din (الدين) dari bahasa arab dan kata religi dari bahasa Eropa. Agama berasal dari kata Sanskrit. Satu pendapat mengatakan bahwa kata itu tersusun dari dua kata yaitu: a = tidak, dan gam = pergi, jadi tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi turun-temurun. Agama memang mempunyai sifat yang demikian. Ada lagi yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci. Dan agama-agama memang mempunyai kitab-kitab suci. Selanjutnya dikatakan lagi bahwa gam berarti tuntunan. Memang agama mengandung ajaran yang menjadi tuntunan hidup bagi penganutnya.[1]
Animisme adalah agama yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda bak yang bernyawa maupun yang tdak bernawa, mempunyai roh. Roh dalam masyarakat primitif belum mengambil bentuk roh dalam faham masyarakat yang telah lebih maju. Bagi masyarakat primitif roh asih tersusun dari materi yang halus sekali yang dekat menyerupai uap atau udara. Roh bagi mereka mempunyai rupa, umpamanya berkaki dan bertangan yang panjang-panjang, mempunyai umum dan perlu pada makanan. Mereka mempunyai tingkah laku manusia, umpamanya pergi berburu, menari dan menyanyi. Terkadang roh dapat dilihat sungguhpun ia tersusun dari materi yang halus sekali. Roh dari benda-benda tertentu mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kehidupan manusia. Roh dari benda-benda yang menimbulkan perasaan dahsyat seperti hutan yang lebat, danau yang dalam, sungai yang arusnya deras, phon besar lagi rindang daunnya, gua yang gelap dan sebagainya. Itulah yang dihormati dan yang ditakuti, kepada roh-roh serupa ini diberi sesajen untuk menyenangkan hati mereka. Sesajen daam bentuk binatang, makanan, kembang dan sebagainya. Roh nenek moyang juga menjadi objek yang ditakuti dan dihormati.
Islam adalah agama yang mempunyai pengertian suatu agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat melalui nabi Muhammad SAW sebagai Rasul. Islam pada hakekatnya membawa ajaran-ajaran yang hanya mengenai satu segi, tetap mengenai berbagai dari kehidupan manusia. Sumber dari ajaran-ajaran yang mengambil dari berbagi aspek itu ialah al-Qur’an dan hadits.
 Dalam faham dan keyakinan umat Islam al-Qur’an mengandung sabda Tuhan (كلام الله) yang di wahyukan kepada nabi Muhammad SAW.[2]
Ajaran yang terpenting dari Islam ialah ajaran tauhid, maka sebagai halnya dalam agama monoteisme atau agama tauhid lainnya. Yang menjadi dasar segala dasar di sini ialah pengakuan tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa. Di samping ini menjadi dasar pula soal kerasulan, wahyu, kitab suci, yaitu al-Qur’an, soal ajaran yang dibawa nabi Muhammad, yaitu soal mukmin dan muslim, soal orang yang tidak percaya kepada ajaran-ajaran itu yakni orang kafir dan musyrik, hubungan makhluk, terutama manusia dengan pencipta, soal akhir hidup manusia yaitu syurga dan neraka dan lain sebagainya.
Semua soal ini dibahas oleh ilmu tauhid atau ilmu kalam yang dalam istilah baratnya disebut teologi. Aspek teologi merupakan aspek yang penting sebagai dasar Islam.
Salah satu ajaran dasar lain dalam ajaran agama Islam ialah aha manusia yang tersusun dari badan dan roh itu berasal dari Tuhan, dan kembali kepada Tuhan. Tuhan adalah suci dan roh yang dating dari Tuhan juga suci dan akan dapat kembali ke tempat asalnya di sini Tuhan, kalau ia tetap suci. Kalau ia menjadi kotor dengan masuknya kedalaman tubuh manusia yang bersifat materi itu, ia tak akan kembali ke tempat asalnya.
Selanjutnya Islam berpendapat bahwa hidup manusia di dunia ini tidak bias terlepas dari hidup manusia di akhirat, bahkan lebih dari itu corak hidupnya manusia di dunia ini menentukan corak hidupnya di akhirat kelak. Kebahagiaan di akhirat bergantung pada hidup baik di dunia. Hidup baik menghendaki, masyarakat manusia yang teratur. Oleh sebab itu Islam mengandung peraturan-peraturan tentang kehidupan masyarakat manusia. Demikianlah terdapat peraturan-peraturan mengenai hidup kekeluargaan (perkawinan, perceraian, waris, dan lain-lain). Tentang hidup hidup ekonomi dalam bentuk jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam perserikatan dan lain-lain tentang kehidupan kenegaraan, tentang kejahatan (pidana), tentang hubungan Islam dan bukan Islam, tentang orang kaya dengan orang miskin dan sebagainya. Semua ini di bahas dalam lapangan hukum Islam dalam istilah islamnya di sebut ilmu fikih. Fikih memberikan gambaran tentang aspek hukum dan Islam.
Lebih lanjut lagi Islam mengajarkan bahwa Tuhan adalah pencipta semesta alam. Oleh karena itu perlu di bahas arti penciptaan, materi yang diciptakan, hakekat roh, kejadian alam, hakekat aqal, hakekat wujud, arti qidam (tidak bermula) dan lain-lain. Pemikiran dan pembahasan dalam hal-hal ini dilakukan oleh akal. Maka timbullah persoalan akal dan wahyu serta falsafat dan agama ini semua di bahas oleh falsafat dalam Islam.
Jadi Islam, berlainan dengan apa yang umum di ketahui, bukan hanya mempunyai satu-dua aspek, akan tetapi mempunyai beberapa aspek, Islam sebenarnya mempunyai aspek teologi, aspek ibadat, aspek moral, aspek mistisisme, aspek filsafat, aspek sejarah, aspek kebudayaan dan lain-lain sebagainya.
Dalam pada itu aspek teologi tidak hanya mempunyai satu aliran tetapi berbagai aliran: ada aliran yang bercorak liberal, yaitu aliran yang banyak memakai kekuatan akal di samping kepercayaan kepada wahyu dan ada pula yang bersifat tradisional, yaitu aliran yang sedikit memakai akal dan banyak memakai atau bergantung pada wahyu. Di antara kedua aliran ini terdapat pula aliran-aliran yang tidak terlalu liberal, tetapi tidak pula tradisional. Dalam aspek hokum demikian pula terdapat bukan hanya satu mazhab, tetapi berbagai mazhab dan yang diakui sekarang hanya empat mazhab yaitu: Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.
B. Fungsi Dan Peran Agama Dalam Kehidupan Manusia
       Manusia adalah makhluk yang berfikir dan merasa dunia berfikir dan rasanya itulah yang membentuk kebudayaan dan hidup dalam kebudayaan. Masalah manusia adalah amat kompleks, ruang lingkupnya sangat luas, seluas alam pikiran dan perasaannya.
       Kalimat kebudayaan itu adalah gabungan dari dua kata “budi” dan “daya”. Budi terletak di hati, sedangkan daya terletak pada perbuatan. Iman timbalan budi, amal shaleh timbalan daya.
       Cara hidup adalah makna yang paling umum dalam kebudayaan, yang secara umum dipersetui oleh para ahli sekelompok manusia yang mengamalkan cara hidup yang sama membentuk kesatuan sosial atau masyarakat dalam tiap ruang dan kawasan wujud cara hidupnya sendiri, karena itu kebudayaan di suatu daerah berbeda dengan kebudayaan lainnya.
       Endang Saifuddin mengemukakan defenisi sebagai berikut: kebudayaan adalah hasil karya cipta (pengolahan, pengarahan dan pengarahan terhadap alam) oleh manusia dengan kekuatan jiwa (pikiran perasaan, kemauan, intuisi, imajinasi fakultas-fakultas ruhaniah lainnya) dan raganya, yang menyatakan diri dalam berbagai kehidupan (hidup ruhaniah penghidupan hidup lahiriah) manusia, sebagai jawaban atas segala tantangan, tuntutan dan dorongan dari intra diri manusia dan ekstra diri manusia, menuju arah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan manusia.(spritual dan material) manusia, baik individu maupun masyarakat ataupun individu dan masyarakat.[3]
A.H. Hasanuddin mengemukakan fungsi agama itu adalah:[4]
1.      Mendidik manusia, jadi tenteram dan damai, tabah dan tawakal, ulet dan percaya pada diri sendiri.
2.      Membentuk manusia jadi berani berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan dengan kesiapan mengabdi dan berkorban.
3.      Mencetak manusia jadi sabar, enggan atau takut untuk melakukan pelanggaran yang menjurus kepada dosa.
4.      Memberi sugesti manusia, agar dalam jiwanya tumbuh sifat mulia terpuji dan penyantun, toleran kepada dosa.
Peranan agama itu sebagai tali kekang
1.      Tali kekang dari pada pengembara akal pikiran (yang liar dan binal)
2.      Tali kekang dari gejolak hawa nafsu (yang angkara murka)
3.      Tali kekang dari pada ucapan dan perilaku (yang keji dan biadab).
C. Tujuan Agama Islam Dalam Kehidupan Manusia
Salah satu syarat kehidupan manusia yang teramat penting adalah keyakinan, yang oleh sebagaian orang dianggap menjelma sebagai agama. Agama ini bertujuan untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan jasmani. Dan untuk mencapai kedua ini harus diikuti dengan syarat yaitu percaya dengan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Yang menciptakan dan memelihara semua yang ada di dunia ini.
Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa selalu merasa dilindungi oleh tuhan dalam suasana, keadaan yang bagaimanapun mereka tidak merasa takut. Tuhan tidak akan mengizinkan, mengingat kebutuhan manusia akan rasa aman itulah yang menjadi pokok atau pangkal utama bagi manusia untuk mempercayai/Tuhan dan perlunya hidup beragama.
Setiap orang yang percaya akan kebesaran Tuhan yang menciptakan alam semesta ini mereka akan selalu memuja atas rahmat-Nya. Setiap daerah, setiap agama dan setiap agama mempunyai cara-cara tersendiri untuk mendekatkan diri dan memuja kepada Tuhan. Misalnya, seperti Bali, yang mana sebagian penduduk memeluk agama hindu-dharma. Mereka mempunyai cara tersendiri di dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka memuja Tuhan dengan memakai sesajen yang berisi berbagai macam buah-buahan dan kembang yang berwarna-warni, yang semanya ditujukan untuk memuja tuhan. Begitu pula halnya dengan daerah-daerah lain seperti: Jawa, Madura, Kalimantan, Sumatera dan lain sebagainya semua mempunyai cara-cara tersendiri untuk mendekatkan diri dan memuja Tuhan sesuai dengan agamanya masing-masing. Meskipun caranya berbeda-beda, akan tetapi tujuannya sama yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa sang pencipta alam dunia ini.
Kapanpun dan di manapun kita berada, kalau kita senantiasa mengingat_Nya, meskipun dalam keadaan bahaya kita pasti bias untuk mengatasinya. Kita bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan penuh keenangan dan bijaksana. Dan untuk mencapai semua ini cukup kita dengan melakukan ibadat, sembahyang maupun dengan doa-doa yang semuanya bertujan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Yang jelas dan yang paling dapat diterima adalah bagi agama monoteisme, yakni Tuhan yang bersifat Ar-Rahman Ar-Rahim, yaitu Tuhan yang menyayangi dan menentramkan. Tuhan yang memenuhi jiwa manusia. Manusia dengan jalannya sendiri-sendiri selalu berusaha untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kita tidak tahu dimana tuhan itu berada, dan bagaimana bentuknya, rasaNya, bauNya. Kita tahu itu tahu itu semua. Tetapi yang jelas tuhan itu ada, dan kita mempercayainya. Karena tanpa adanya Tuhan, kehidupan ini, beserta segala isi dunia ini tidak akan ada. Dengan percaya kepada-Nya, dan selalu mengingat_Nya, maka kita akan bias tenang dan tenteram dalam menghadapi segala hal.[5]
Adapun yang tujuan agama Islam terhadap kehidupan manusia adalah:[6]
1.      Penyelamat manusia baik di dunia maupun di akhirat
Firman Allah dalam al-Qur’an surat Ibrahim: 1
!9# 4 ë=»tGÅ2 çm»oYø9tRr& y7øs9Î) yl̍÷çGÏ9 }¨$¨Z9$# z`ÏB ÏM»yJè=à9$# n<Î) ÍqY9$# ÈbøŒÎ*Î/ óOÎgÎn/u 4n<Î) ÅÞºuŽÅÀ ̓Íyèø9$# ÏÏJptø:$# ÇÊÈ  
Artinya: Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Firman Allah SWT dalam surat al-‘Alaq: 4-5
Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ  
Artinya: “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (tulis baca). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
2.      Pengendalian diri
Firman Allah dalam surat ar-Rum: 33
#sŒÎ)ur ¡§tB }¨$¨Z9$# @ŽàÑ (#öqtãyŠ Nåk®5u tûüÎ7ÏZB Ïmøs9Î) ¢OèO !#sŒÎ) Oßgs%#sŒr& çm÷ZÏiB ºpuH÷qu #sŒÎ) ×,ƒÌsù Nåk÷]ÏiB ôMÎgÎn/tÎ/ tbqä.ÎŽô³ç ÇÌÌÈ  
Artinya: “Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,”
3.      Menjamin kebahagiaan manusia dunia dan akhirat
Firman Allah SWT dalam surat al-Isra’: 9
¨bÎ) #x»yd tb#uäöà)ø9$# Ïöku ÓÉL¯=Ï9 šÏf ãPuqø%r& çŽÅe³u;ãƒur tûüÏZÏB÷sßJø9$# tûïÏ%©!$# tbqè=yJ÷ètƒ ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ¨br& öNçlm; #\ô_r& #ZŽÎ6x. ÇÒÈ  
Artinya: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
Firman Allah SWT dalam surat al-A’raf: 182
tûïÏ%©!$#ur (#qç/¤x. $uZÏG»tƒ$t«Î/ Nßgã_ÍôtGó¡t^y ô`ÏiB ß]øym Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÊÑËÈ  
Artinya: “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”


Bisnis online bukan tipuan…!!!
Ingin sukses tanpa harus bekerja keras…???
Mendapat penghasilan dengan cara yang lebih mudah..??
Anda cukup mendaftar di member-member terkait, pilih sendiri jalan anda, mau yang 100% gratis, atau ingin berlipat ganda dengan investasi kecil…???
Inilah solusinya:
100% Gratis

Investasi dengan modal kecil untung besar



DAFTAR PUSTAKA

Rosniati Hakim, Pengantar Studi Islam (Padang: 2003, Suluh)
 M. Habib Mustopo, Ilmu Budaya Dasar: Kumpulan Essay Manusia dan Budaya    (Surabaya: 1979. Usaha Nasional)
Harun, Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. (Jakarta: 1985, Universitas Islam-Press)


[1] Harun, Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. (Jakarta:1985, Universitas Islam-Press).hal.9
[2] Ibid.hal.24
[3] Dra. Rosniati Hakim, Pengantar Studi Islam (Padang:2003, Suluh) hal.154-155
[4] Ibid. hal. 56-57
[5] M. Habib Mustopo, Ilmu Budaya Dasar: Kumpulan Essay Manusia dan Budaya (Surabaya:1979.Usaha Nasional).hal. 69
[6] Op.Cit Rosniati. Hal. 59

Tidak ada komentar: