Senin, 05 Desember 2011

KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM


KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM

A.    Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam
1.      Pengertian dasar
Dasar adalah pangkal  tolak suatu aktivitas,  dlm menetapkan dasar suatu aktivitas manusia selalu berpedoman kepada pandangan hidup dan hukum-hukum dasar yang di anut nya.
Apabila pandangan hidup dan hukum dasar yang di anut manusia berbeda,   maka berbeda pulalah dasar dan tujuan aktivitasnya
Fungsi dasar ialah memberikan arah kepada tujuan yang akan di capai dan sekaligus sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu.
Dasar pendidikan islam tentu saja di dasarkan kepada falsafah hidup umat islam dan tidak di dasar kan pada falsafah hidup suatu negara,  sebab sistem pendidikan islam tersebut dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja tanpa di batasi oleh ruang dan waktu.[1]
2.      Tujuan Pendidikan Islam
Di kalangan para ahli masih terdapat perbedaan mengenai pemakaian istilah tujuan. Hasan Langgulung,  misalnya mengatakan bahwa istilah tujuan sendiri banyak di campur baurkan penggunaannya dengan istilah maksud. Kadang-kadang  tampak berbeda atau serupa. Namun demikian,   pada akhirnya ia menganggap bahwa ke-2 istilah itu mempunyai arti yang sama.
Dari beberapa definisi yang dikemukakan para ahli  dapat diketahui bahwa tujuan pendidikan Islam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan dimuka bumi dengan sebaik-baiknya
b.      Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahan nya dimuka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah,  sehingga tugas tersebut terasa ringan dilaksanakan
c.       Mengarahkan manusia agar berakhlak mulia,  sehingga Ia tidak menyalahgunakan fungsi kekhalifahannya
d.      Mengarahkan manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat
Menurut Mohammad al-Toumy al-Syaibany menjabarkan  tujuan pendidikan Islam menjadi :
a.       Tujuan yang berkaitan dengan individu yang mencakup perubahan berupa pengetahuan  ,  tingkah laku,  jasmani dan rohani
b.      Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat yang mengcakup tingkah laku individu dalam masyarakat,   perubahan dalam masyarakat,   serta memperkaya pengalaman masyarakat
c.       Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu,  seni,   profesi,   dan kegiatan masyarakat.[2]
Berbagai Komponen Tujuan Pendidikan Islam
a.       Tujuan Normatif
Tujuan normatif adalah suatu tujuan yang harus dicapai berdasarkan kaidah-kaidah yang mampu mengkristalisasikan nilai-nilai yang hendak diinternalisasikan
b.      Tujuan Fungsional
Tujuan ini bersasaran kepada kemampuan anak didik untuk mengfusikan daya kognitif, efektif dan spikomotor.
c.       Tujuan Operasional
Tujuan ini mempunyai sasaran teknis manajerial yang meliputi:
1)      tujuan umum atau tertinggi yang bersasaran pada pencapaian kemampuan oktimal yang menyeluruh sesuai idealistic yang diinginkan.
2)      tujuan intermediair yang bersifat sementara untuk dijadikan sarana untuk mencapai tujuan tertinggi.
3)      tujuan partial yang bersasaran pada suatu bagian dari keseluruhan aspek dari tujuan umum,  yang berfungsi untuk memudahkan pencapaikan tujuan umum.
4)      tujuan incidental yang bersasaran pada hal-hal yang tidak direncanakan.
5)      tujuan khusus yang bersasaran pada faktor-faktor khusus tertentu yang menjadi
Salah satu aspek penting dari tujuan umum yaitu memberi dan mengembangkan kemampuan.[3]
B.     Macam-macam Dasar dan Fungsi Pendidikan Islam
1.      Macam-macam Dasar Pendidikan Islam
            Dasar pendidikan Islam dapat dibagi 3 katagori yaitu:
a.       Dasar Pokok
1)      Al-Qur’an
Kedudukan, al-Qur’an sebagai sumber pokok pendidikan Islam dapat dipahami dari ayat al-Qur’an itu sendiri.
Firman Allah surat An-Nahl :64
!$tBur $uZø9tRr& y7øn=tã |=»tGÅ3ø9$# žwÎ) tûÎiüt7çFÏ9 ÞOçlm; Ï%©!$# (#qàÿn=tG÷z$# ÏmŠÏù   Yèdur ZpuH÷quur 5Qöqs)Ïj9 šcqãZÏB÷sムÇÏÍÈ  
Artinya: ”Dan kami tidak menurunkan kepadamu al-kitab ini melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

2)      Sunah
Sunah dapat dijadikan dasar pendidikan Islam karena sunah menjadi sumber utama pendidikan Islam karena Allah Swt. menjadikan Muhammad SAW sebagai teladan bagi umatnya.
Firman Allah SWT. surat Al-Ahzab:21
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym ……
Artinya: ”Di dalam diri Rasulullah itu kamu bisa menemukan teladan yang baik”

Perkataan dan perbuatan Nabi inilah yang disebut hadist atau sunah .
Konsepsi dasar pendidikan yang dicontohkan nabi Muhammad SAW. Sebgai berikut:
1.      Disampaikan sebagai rahmatan li al-alamin(Q.S.Al-Anbya’:107)
!$tBur š»oYù=yör& žwÎ) ZptHôqy šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ  
Artinya: “dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”


[1] Prof.DR.H.Ramayulis,ilmu pendidikan islam,(Jakarta:Kalam mulia,2002)hlm.121
[2] Prof.Dr.H.Abuddin Nata,M.A,Filsafat Pendidikam Islam,thn.2005,hlm.107
[3] Prof.H.Muzayyin Arifin,M.Ed..thn 2005,hlm.114

Tidak ada komentar: